banner image

waktu yang tepat bukan berarti tepat waktu

ini adalah pengalaman gue sebagai mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu. gue kuliah disalah satu sekolah tinggi teknik swasta yang berlokasi dijakarta, gue mengambil sarjana teknik informatika yang standarnya harus menempuh kuliah sampai dengan semester 8.

cerita ini berawal pada saat gue berada di akhir semester 7, pada saat itu gue bingung apakah harus mengambil skripsi pada semester 8 agar bisa dibilang mahasiswa yang lulus tepat waktu atau gue harus mundur 1 dan mengambil skripsi di semester 9.
sebenarnya gue bisa saja memasakkan diri gue untuk tetap mengambil skripsi di semester 8. dengan beberapa alasaan, yaitu agar gue bisa disebut mahasiswa yang lulus tepat waktu dan tidak perlu merepotkan orang tua lagi. tapi ada beberapa alasan juga yang membuat gue berfikir untuk mundur 1 semester, yaitu semester 9 untuk mengambil skripsinya. alasannya yaitu pada saat semester 8 ada beberapa matakuliah selain skripsi yang harus gue ambil dan juga ada beberapa matukuliah yang perlu gue ambil ulang karena nilainya kurang memuaskan, selain itu gue juga merasa belum siap untuk mengambil skripsi disemester itu karena memang belum ada judul yang terpikirkan untuk bisa diangkat menjadi sebuah judul skripsi dan ada beberapa faktor yang tidak bisa gue sebutkan satu per satu.
karena alasan-alasan itulah yang membuat gue dilema apakah harus mengambil skripsi di semester 8 atau disemester 9.

sampai pada suatu hari, pada sebuah acara teknologi yang gue kunjungi dengan beberapa teman gue, ada beberapa mahasiswa dari kampus lain yang sedang berbincang-bincang yang kebetulan memang duduk dibelakang kursi yang gue duduki.
pada awalnya sih gue cuek aja dengan pembicaraan mereka, dan lebih fokus mendengarkan presentasi dari salah satu pembicara di acara tersebut. tapi tiba-tiba ada satu kalimat yang keluar dari mulut salah satu dari mereka yang sedang bertanya pada temannya, kalimat itu membuat gue mengalihkan fokus gue yang awalnya sedang memperhatikan pembicara yang sedang presentasi. kalimat itu adalah "Mau Lulus Tepat Waktu Atau Mau Lulus Di Waktu Yang Tepat".
pada awalnya gue masih bertanya-tanya dengan kalimat tersebut, apa arti dan maksud dari kalimat tersebut. kalimat tersebut terus terbayang-bayang di otak gue, sampai suatu hari kurang lebih 1 hari sebelum penyusunan KRS(Kartu Rencana Study) untuk semester 8 dimulai, pada saat itu gue masih bingung mau mengaambil skripsi atau tidak, setelah berfikir kurang lebih semalaman. akhirnya gue lebih memilih untuk mundur satu semester untuk mengambil skripsi karena gue berfikir kalau gue memaksakan untuk mengambil skripsi disemester 8, hasilnya tidak akan maksimal walaupun sebenarnya bisa untuk dilakukan. dengan kata lain berarti gue sudah gagal untuk lulus menjadi sarjana S1 dengan tepat waktu atau sesuai dengan standar waktu kelulusan S1 yaitu 8 semester.

waktu yang sudah lewat tak akan kembali lagi dan sekarang gue harus berfikir bagaimana caranya gue bisa melewati semester 8 dengan baik dan siap untuk mengambil skripsi disemester 9. hingga pada akhirnya semester 8 selesai dan penyusunan KRS semester pun akan segera dimulai, yang pada awalnya gue hanya ingin mengambil matakuliah skripsi karena memang SKS gue untuk persyaratan kelulusan sudah mencukupi tapi tiba-tiba gue ingin ngambil matakuliah yang lainnya juga yaitu matakuliah pilihan dalam arti lain matakuliah tersebut tidak wajib harus diambil tapi kalau memang ingin mengambil  diperbolehkan. karena matakuliah pilihan tersebut adalah bidang yang gue sukai dan juga pada saat itu gue berfikirnya kalau cuma ngambil skripsi otomatis jarang kekampus dan juga tentu saja jika ada info-info dikampus gue gak akan tau, akhirnya gue memilih untuk mengambil skripsi dan juga matakuliah pilihan tersebut.

pada saat setelah penyusunan KRS semester 9, seakan - akan segala urusan gue dikampus terasa mudah.
mulai pada saat mencari judul skripsi, dan tiba-tiba gue ditawari judul dari proyek salah satu dosen gue. sehingga gue tidak perlu repot-repot mencari judul lagi dan tak perlu repot-repot harus minta surat riset ke perusahaan lain atau hal-hal lainnya. yah memang sih yang namanya suatu proyek pasti harus selesai sesuai deadline yang ditentukan yang memang lebih cepat dari waktu yang dikasih oleh kampus untuk menyelesaikan sebuah skripsi. tapi alhamdulillah untuk proyeknya selesai sesuai deadline yang dkasih oleh dosen yang memberikan proyeknya tersebut kepada gue. mungkin sekarang yang belum selesai hanya untuk penulisan laporannya saja. yang lebih beruntungnya lagi selain skripsinya selesai ternyata gue juga dapat uang saku dari dosen yang punya proyek tersebut. ^_^

selain keberuntungan dari skripsi gue. keberuntungan juga datang dari matakuliah pilihan yang gue ambil.
matakuliah pilihan itu adalah matakuliah desain grafis yang kebetulan gue memang menyukai bidang itu dan menguasai beberapa software desain grafis. pada saat praktek dikasih latihan oleh dosen yang mengajar untuk membuat sebuah desain dan 10 orang pertama akan mendapat nilai + dari dosen tersebut. karena memang gue sudah menguasai beberapa software desain grafis jadi gue tidak ada kesulitan untuk menyelesaikan latihan tersebut dan gue selalu menjadi orang pertama yang menyelesaikan jika ada latihan membuat sebuah desain. dari situ dosen yang mengajar matakuliah itu mengenal gue sampai akhirnya dosen tersebut mempunyai sebuah proyek untuk membuat sebuah web. dan gue memberanikan diri untuk membantu dosen tersebut. karena beliau sudah mengenal gue akhirnya proyek itu pun dipercayakan kepada gue, alhamdulillah proyek tersebut selesai gue kerjakan dalam waktu kurang dari 1 minggu karena memang deadline yang dikasih untuk menyelesaikan proyek tersebut hanya dikasih waktu seminggu.
setelah proyek tersebut selesai, ternyata gue mendapat berita baik dari beliau karena gue sudah tidak perlu ikut ujian lagi untuk mendapatkan nilai dari matakuliah pilihan yang gue ambil tersebut dan sudah dijamin akan diberikan nilai A oleh beliau karena nilai harian gue pada saat prakteknya sudah bagus dan juga ada nilai Plus (+) karena gue sudah berhasil mengimplementasikan pengetahuan gue tentang matakuliah tersebut untuk menyelesaikan sebuah proyek. dan tidak kalah beruntung ternyata lagi-lagi gue mendapatkan uang saku karena telah menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu sesuai deadline yang diberikan.

itulah beberapa keberuntungan yang gue dapatkan selama gue berada di semester 9 yang belum tentu gue dapatkan jika gue memaksakan diri untuk mengambil skripsi di semester 8 dengan dengan alih-alih bisa lulus tepat waktu. dari situ gue baru mengerti arti dari "Lulus Tepat Waktu Atau Lulus Di Waktu Yang Tepat" karena lulus tepat waktu tidak menjamin bahwa kita lulus diwaktu yang tepat, yang terpenting dalam sebuah pilihan adalah apakah kita sudah siap untuk melakukan sesuatu jangan sampai kita terlalu memaksakan diri tanpa kita tahu apakah kita siap untuk melakukan hal tersebut.

"apapun yang akan kita lakukan yang terpenting adalah dengarkan keyakinan dan kesiapan yang ada dihati kita, setelah itu niat, doa dan aksi. InsyaAllah segala sesuatunya akan dimudahkan"
waktu yang tepat bukan berarti tepat waktu waktu yang tepat bukan berarti tepat waktu Reviewed by TakCisCus on 13.12 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.